Tips

Foto Anak yang Sebaiknya Tidak Dipajang di Medsos

foto anak hits

Anak adalah anugerah yang luar biasa. Kebanggaan dan rasa syukur biasanya menjadi alasan orang tua kerap memajang foto anak di berbagai akun media sosial.

Padahal, ada bahaya yang tersembunyi dibalik hobi mengunggah gambar anak di media sosial.

Hal yang kadang luput dari perhatian orang tua adalah bahwa media sosial memungkinkan predator anak untuk mengambil dan menyalahgunakan foto anak yang Anda unggah.

Terlebih bila foto anak memang tidak dibatasi aksesnya oleh Anda.

Jangan salah paham, bukan berarti sama sekali tidak boleh memasang gambar anak di akun media sosial Anda.

Namun, sebaiknya membatasi akses serta memilih foto yang pantas untuk dipajang.

Karena, ada beberapa jenis foto yang justru memancing predator anak untuk mendekat.

Lalu, gambar anak seperti apa yang sebaiknya tidak dijadikan konsumsi publik?

1. Foto Anak yang Sedang Mandi

Mengejutkan memang, cukup banyak ditemui akun yang menampilkan gambar anak yang sedang mandi.

Padahal, kegiatan tersebut tidak untuk disajikan ke khalayak ramai.

Polah tingkah anak saat mandi memang sering terlihat lucu.

Namun, akan sangat berbahaya untuk menyebarkan foto apalagi videonya saat mandi.

Bagi predator anak, gambar semacam ini adalah incaran utama.

Mereka justru dapat mencapai kenikmatan dengan melihat foto anak yang sedang mandi.

Pertimbangkan lagi dengan matang. Apakah Anda yakin bahwa predator anak tersebut tidak akan sanggup mengakses keberadaan di kecil?

Bagaimana jika kemudian muncul obsesi tersendiri untuk dapat menghampiri buah hati Anda.

Akan lebih bijak bila menghindari mengunggah adegan mandi si kecil.

Tidak ada salahnya mengganti dengan foto lain, jika memang harus memajang foto anak Anda.

2. Foto Si Kecil Tanpa Busana

Beberapa orang tua masih suka menampilkan foto anak yang telanjang. Bukan bayi, melainkan anak kecil.

Sebagian beralasan karena ingin menunjukkan rasa syukur karena mempunyai anak yang montok dan sehat.

Di sisi lain, tidak semua orang yang melihat berpendapat sama.

Akses terhadap akun media sosial tidak terbatas.

Hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa siapa saja, normal atau predator anak bisa melihat apa yang diungguh secara daring.

Memang, beberapa akun media sosial telah menyediakan fasilitas privasi yang dapat membatasi orang yang bisa mengakses akun Anda. Namun, sebagian lagi tidak demikian.

Nyatanya, hampir semua orang mengaktifkan fitur upload otomatis dari 1 akun media sosial ke akun lainnya.

Sebagai contoh, jika meng-upload di instagram maka akan muncul di facebook.

Masih banyak lagi akun media sosial lain yang tanpa sadar semakin membuka peluang penyalahgunaan foto sang buah hati.

3. Foto Anak dengan Busana Terbuka

Anak yang montok dengan baju lengan terbuka atau bahkan rok mini.

Tampilan semacam itu memang terkesan imut, tetapi di waktu yang bersamaan ‘mengundang’ bahaya.

Tidak jarang orang tua yang masih menganggap anaknya masih kecil sehingga memakaikan busana seksi.

Padahal, foto seksi anak akan menjadi incaran para pedofil yang justru memiliki daya tarik terhadap anak-anak ketimbang orang dewasa.

Bahkan, tidak sedikit kasus pelecehan anak-anak dimulai dari pelaku yang terpancing setelah melihat gambar anak berbusana terbuka.

Baik anak laki-laki maupun perempuan, akan lebih bijak bila foto yang akan diunggah menampilkan anak yang berbusana santun.

Tampilan gambar anak berpiyama pun jauh lebih baik dibandingkan dengan yang mengenakan baju tank-top atau baju renang.

4. Foto Anak yang Berpose Seksi

Satu lagi yang kadang luput dari perhatian orang tua.

Cukup banyak anak perempuan yang difoto dengan pose layaknya perempuan seksi.

Bagi sebagian orang dewasa yang normal, mungkin hal tersebut biasa atau bahkan terlihat lucu.

Akan tetapi, lain halnya bagi pedofilia. Mereka melihat gambar anak Anda sebagai objek yang menarik.

Ayah dan Bunda, tidak ada yang salah dari merasa bersyukur atas si kecil.

Kecantikan atau ketampanan, kelucuan hingga kecerdasannya tentu membuat Anda sangat bahagia dan ingin membaginya ke semua orang.

Namun, jagalah privasi anakmu.

Waspadalah terhadap kemungkinan penyalahgunaan gambar anak yang telah diunggah ke akun media sosial Anda.

Apalagi, jejak digital sangat sulit untuk dihapuskan. Maka, pastikan satu hal yakni hanya mengunggah foto anak yang pantas dan layak untuk disebarluaskan.

About Author

Experienced Editor and Content Writer with a demonstrated history of working in the non-profit organization management industry. Majoring in Biology and now raising two amazing kids.

Leave a Reply