Tips

5 Pemicu Baby Blues Syndrome yang Jarang Disadari

baby blues syndrome adalah

Istilah baby blues syndrome belakangan ini menjadi kian populer. Alasannya, makin bertambah kasus gangguan psikologis pasca persalinan yang kebanyakan dialami oleh ibu-ibu di zaman sekarang.

Menurut data yang dipaparkan oleh alodokter.com, terdapat 80 persen ibu yang mengalami sindrom baby blues usai melahirkan anak pertamanya.

Fakta tersebut cukup mengejutkan dan memerlukan perhatian ekstra bagi setiap orang. Pasalnya, efek dari sindrom baby blues dapat membahayakan baik si kecil maupun ibunya.

Beberapa penderita sindrom baby blues menolak untuk berinteraksi dengan anak bayi, termasuk tidak mau menyusui si kecil. Padahal, justru ASI adalah asupan yang paling diperlukan oleh si kecil pada awal masa kehidupannya.

Untuk itulah, Anda perlu mengenali apa saja yang dapat menjadi pemicu terjadinya baby blues syndrome sedini mungkin.

Tidak hanya untuk menjaga kesehatan diri, tetapi juga agar bisa membantu mendampingi ibu di sekitar Anda sehingga terhindar dari sindrom baby blues.

Berikut ini adalah beberapa pemicu baby blues yang sumbernya justru jarang disadari oleh banyak orang.

baby blues syndrome saat hamil
therodimels.com

1. Media Sosial

Sekarang ini, hampir semua orang mempunyai media sosial. Bahkan, nyaris semua hal bisa mengisi status di beranda media sosial.

Mulai dari informasi yang perlu dibagikan, hingga hal-hal yang malah berpotensi memancing komentar negatif dari warganet.

Terlebih, saat ini banyak warganet yang tidak segan untuk menyatakan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan konsekuensi kepada pemilik akun.

Akibatnya, kesehatan mental Anda bisa terganggu. Tidak jarang, ibu membandingkan berat bayi kala lahir.

Belum lagi, fenomena membandingkan proses kelahiran normal atau bedah cesar yang justru berpotensi membuat Anda merasa tertekan.

Solusinya, mulailah membatasi apa yang layak untuk dibagikan melalui akun media sosial Anda.

Pilihlah teman yang memang benar-benar bertutur positif dan membawa aura serta pemikiran yang baik dalam kehidupan Anda.

Jangan sungkan untuk melakukan block terhadap akun yang menyebarkan ucapan kebencian dan membahayakan kesehatan mental Anda.

2. Kerabat dan Teman

Kepedulian kadang disampaikan dengan cara yang kurang berkenan di hati Anda.

Mungkin niatnya hanya bertanya mengenai kesehatan sang buah hati, tetapi yang Anda rasakan adalah tekanan akibat bobot si kecil yang tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Percayalah, Anda tidak sendiri. Bahkan, penulis pun pernah mengalami hal ini.

Menghindari kerabat atau teman yang mungkin menyampaikan hal-hal yang kurang berkenan semacam ini memang sulit untuk dihindari.

Jalan terbaik adalah menyiapkan diri dengan menjaga kesehatan dan kebahagiaan Anda sebelum memutuskan siap menerima tamu untuk mengunjungi si kecil pasca kelahirannya.

Ingat, faktor utama munculnya baby blues adalah kelelahan usai persalinan.

Asupan gizi dan istirahat yang cukup akan meningkatkan imunitas dan endorfin Anda, sehingga komentar buruk jauh lebih mudah ditangkis.

baby blue syndrome apa
briebrieblooms.com

3. Pasangan

Kesibukan pasangan kadang memicu ketidakbahagiaan diri. Sayangnya, kebanyakan kasus penderita baby blues enggan bercerita dengan pasangan lantaran cemas akan timbulnya penilaian negatif terhadap diri Anda.

Meskipun berat, Anda tetap mesti berbagi perasaan terhadap Ayah dari anak Anda. Kenapa? Inilah bagian dari tanggung jawab suami terhadap Anda.

Bagilah beban pikiran dan hati Anda dengan suami. Bila dirasa sulit untuk menyampaikannya sendiri, cobalah menghubungi pihak ketiga yang sebisa mungkin netral. Misalnya, mengajak suami untuk mengunjungi psikolog.

4. Ekspektasi Pribadi

Musuh terbesar Anda terkadang adalah diri sendiri. Mungkin, ada ekspektasi diri yang Anda belum berhasil mencapainya hingga kemudian si kecil lahir dan membuat impian tersebut tertunda.

Cobalah untuk menerima kehadiran si kecil sebagai anugerah yang luar biasa.

Pahami bahwa tidak semua pasangan bisa dikaruniai keturunan dan Anda adalah salah satu yang beruntung.

baby blues syndrome adalah
sevengracesblog.com

5. Tidak Membuat Perencanaan Keuangan

Faktor keuangan yang belum terencana dengan baik kerap membuat ibu menjadi cemas bagaimana membesarkan si kecil dengan baik.

Kenyataannya, bukanlah ibu yang memberikan nafkah atau menentukan rezeki si kecil. Allah yang Maha Kaya adalah yang memberikan rezeki dan memastikan Anda sekeluarga hidup dengan sebaik mungkin.

Perencanaan keuangan memang penting. Akan tetapi, lengkapi dengan sikap ikhlas dan tawakal terhadap ketentuan Tuhan.

 

Beberapa hal di atas sangat mungkin untuk Anda atasi sendiri. Namun, tidak ada salahnya untuk berbagi dengan orang yang Anda percayai seperti, pasangan dan keluarga. Jangan pula enggan menghubungi psikolog untuk bantuan yang lebih mumpuni.

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

About Author

Experienced Editor and Content Writer with a demonstrated history of working in the non-profit organization management industry. Majoring in Biology and now raising two amazing kids.

(26) Comments

  1. Kalau aku nomor 4 mb

  2. Saya kaget kalau media sosial jadi nomor satu penyebab baby blues bagi seorang ibu. Pantas kalau di kampung jarang terdengar buibu setelah melahirkan kena baby blues. Jarang main medsos mereka hehehe… Ada juga sih mungkin, tapi istilahnya lain kali ya…
    Saya lihat di kampung saya ini yang udah melahirkan rata rata bahagia dengan bayi dan keluarganya. Ga tahu kalau di kota

    Salam
    Okti Li

  3. Terima kasih mba tips nya. Ini sebagai bekal saya nanti pasca melahirkan. Informasi ini sangat berguna untuk saya dan perlu dikomunikasikan juga dengan suami.

  4. Pas banget buat saya yang lagi planning promil ini…
    Tapi, saya dulu babyblues karena apa ya….kayanya teman-teman.
    jadi, saat itu kan banyak banget yang nengokin mulai pas di RS ya mereka semua sudah lebih pengalaman menjadi Ibu, macam-macamlah komennya. Ada yang emang ngebuat diri saya merasa ragu dan bisa gak ya jadi ibu.
    AKu ga mampu dsb.
    Seringlah nangis sendiri saat suami ga ada.

  5. Komunikasi dengan pasangan emang kunci ya?
    Gangguan apapun dapat teratasi kalo pasangan mau saling memahami

  6. Ow bs karena gagal perencanaan keuangan yah baby blues itu…

    1. Bener kak. Yang paling bikin jatuh mental itu biasanya justru kelaurga terdekat. Karena sudah akrab, suka asal aja dalam berkomentar dan kurang menjaga perasaan. Ini aku tahu dr temenku sih yg curhat. Aku jadi mikir jangan sampai deh jadi keluarga yg super menyebalkan

  7. syndrome baby blues emang perlu diwaspadai ya mbak, gejalanya kadang nggak dipahami. sharing dengan teman dekat mungkin bisa membantu mengurangi beban yang di rasa si ibu.

  8. Dulu orang2 blm tau kalau ini penyakit, dukungan keluarga memang sangat diperlukan

  9. Iya benar sekali. Pasca kelahiran sangat rentan penyakit salah satunya baby blues. Cara terbaik adalah dukungan dari keluarga. Dengan penuh kesabaran

  10. Aku juga pernah ngalamin baby blues, waktu aku telusuri penyebabnya karena sering menerima tekanan sekitar dan kurang istirahat waktu itu. Alhamdulillah sekarang sudah bisa mengatasi nya

  11. Menurutku faktor yg sangat berperan penting agar tdk terkena baby blues adalah pasangan..
    Selama pasangan selalu hadir dan mendukung, pasti faktor2 lain akan tertangkal…

  12. Yup, jangan melupakan peran media sosial terhadap kesehatan mental kita. Kalau merasa kita bukan orang yang tangguh-tangguh amat, hindari deh berteman dengan orang-orang yang postingan atau komentarnya selalu penuh dengan kalimat tajam menusuk. Saya pribadi, sudah banyak memilih opsi ‘Unfriend’ teman-teman yang seperti ini. Pada kondisi sehat aja, rasanya jadi nggak nyaman, apalagi kalau tengah lelah-lelahnya otak dan tubuh pasca melahikan ya, wuih berpotensi besar tuh merusak kesehatan psikis kita.

  13. Semakin banyak isu baby blues diangkat, semoga makin banyak suami yang memahami bahwa dukungannya sangat diperlukan untuk mendampingi istri melewati masa masa sulit pasca melahirkan.

  14. Ah, saya bersyukur karena tidak terkena baby blues syndrome paska melahirkan. Memiliki pasangan dan keluarga yg bisa menjaga memang harus disyukuri. Selain itu, bagaimanapun perencanaan keuangan untuk persalinan memang harus segera dilakukan supaya tidak menjadi beban pikirian.

  15. Sayangnya yang harus jadi support system malah jadi penyebab baby blues ya. Sedih banget lihatnya. Semoga semakin banyak yang paham…

  16. Sayangnya yang harus jadi support system malah jadi penyebab baby blues ya. Sedih banget lihatnya. Semog semakin banyak yang paham betapa pentingnya perhatian terhadap ibu selepas melahirkan..

  17. Support dr orang terdekat itu mutlak diperlukan huhuu… Gak teg bayangin buibu br lahiran kok komen negatif masiih aja berdatangan. Hrsnya para perempuan slg mendukung dong.

  18. Aku sangat setuju mbak kalau media sosial di jadikan no. 1, ga cuma sebagai pemicu baby blues tapi juga rentan terhadap orang yang sedang mengalami depresi, kadang media sosial malah menjadi toxic bagi sebagian orang. Makanya kita harus pintar2 memilih teman ya mbak di medsos 😊 thanks for sharing ya mbak.. ilmu baru buat aku ❤️

  19. Baby blues ini memang perlu banget ya mba disosialisasiin karena kadang orang-orang terdekat sang Ibu juga yang gak paham sama kondisi psikologis seorang ibu pasca melahirkan. -shyntako

  20. Poin satu media sosial itu aku setuju banget mbak. Secara ya skrg di media sosial apa2 menuai komentar. Hihi…
    Makin cerdas tapi lupa tempat.hihi

  21. Syndrome baby blues perlu diwaspadai, karena itu dukungan keluarga sangat diperlukan

  22. Bener juga sih mbak, dari kelima pemicu Baby Blues pada tulisan mbak yg pertama, sepertinya memang baby blues berawal dari kesehatan mental pasca lihiran di ibu yg up n down.

    Tapi si ibu, pasangan dan orang2 di sekitar kurang perhatian. Bisa jadi karena fokus pada hadirnya si baby, jd apa yg si ibu pikirkan dan khawatirkan kurang terpenuhi.

    Nuce share mb, good luck ya.

  23. Aprillia Ekasari says:

    Ah bener banget , apalagi medsos tuh huhuhu. Makanya sebaiknya kalau lagi baper gak perlu tengok2 medsos, puasa medsos dulu, banyakin piknik di dunia nyata aja gtu hehe biar hati happy dan fokus ke anak

  24. Saya kena BB syndrome pas anak kedua. Ngga ada sebab nangis tiap malam. Mungkin karena waktu itu LDM sama suami

  25. waduh, media sosial paling teratas. padahal banyak orang habis melahirkan posting2 foto baby. dan banyak yg komen pula. Adikku juga mengalami ini ketika melahirkan anak pertama. dukungan pasangan dan keluarga sangat penting sekali lho…

Leave a Reply