jurusan akuntansi terbaik

Sudah Paham Berbagai Prinsip Akuntansi? Yuk Cek Lagi!

Mahasiswa jurusan Akuntansi tentu tahu bahwa prinsip akuntansi merupakan dasar yang dijadikan sebagai acuan ketika melaksanakan semua kegiatan atau proses akuntansi. Salah satu contoh umumnya yakni pembuatan atau penyusunan laporan keuangan.

Jika pembuatan laporan keuangan menggunakan prinsip akuntansi, hasilnya akan lebih akurat dan sesuai dengan informasi yang tersedia.

Untuk prinsip akuntansi di Indonesia sendiri diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, sebuah badan yang mengatur kebijakan serta peraturan akuntansi di Indonesia. Berikut ini merupakan 10 prinsip dasar akuntansi yang ada di dalam peraturan tersebut:

Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)

Prinsip entitas ekonomi juga diartikan sebagai konsep kesatuan usaha karena akuntansi menganggap bahwa sebuah perusahaan merupakan kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dengan entitas ekonomi lainnya (bahkan untuk pribadi pemilik).

Oleh karena itu, prinsip ini memisahkan serta membedakan seluruh catatan transaksi (kekayaan maupun kewajiban) perusahaan dengan pribadi yang merupakan pemilik perusahaan.

Prinsip Periode Akuntansi (Period Principle)

Mahasiswa blended learning yang mengambil kuliah akuntansi tentu tahu betul tentang prinsip yang satu ini. Prinsip periode akuntansi merupakan penilaian serta pelaporan keuangan perusahaan yang dibatasi pada periode atau kurun waktu tertentu.

Menggunakan prinsip periode akuntansi, informasi mengenai keuangan perusahaan yang dihasilkan akan lebih terukur dengan baik dan mudah untuk diketahui. Umumnya untuk periode akuntansi yang digunakan dimulai tanggal 1 Januari hingga 31 Desember.

Prinsip Satuan Moneter (Unit Monetary Principle)

Mahasiswa yang kuliah Akuntansi online pasti paham betul mengenai prinsip satu ini. Pencatatan transaksi keuangan pada prinsip ini hanya dapat diukur atau dinilai serta dinyatakan dalam bentuk satuan uang atau mata uang.

Pada penerapannya, prinsip ini tidak meliburkan faktor-faktor non kuantitatif (semisal kinerja, prestasi, mutu, strategi, usaha, dan lainnya).

Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

Prinsip ini memiliki arti pencatatan transaksi keuangan atas barang yang telah diperoleh sebuah perusahaan. Pencatatan ini sendiri didasarkan pada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan guna mendapatkan barang tersebut.

Jika semisal dalam kegiatan transaksi terjadi tawar-menawar, biaya yang dicatat merupakan biaya atau hal yang telah disepakati.

Prinsip Materialitas

Prinsip jurusan Akuntansi satu ini bertujuan untuk menyeragamkan seluruh aturan yang ada, meski pada penerapannya tidak semua aturan yang ada ditaati.

Tidak heran karenanya, jika terjadi pembengkakan informasi yang sifatnya material atau immaterial.

 

jurusan akuntansi terbaik
pixabay.com

Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)

Segala biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, akan dipertemukan dengan pendapatan yang telah diterima oleh perusahaan yang merupakan hasil dari penjualannya.

Tujuannya untuk mengetahui serta menentukan besar kecilnya laba bersih yang didapatkan untuk setiap periode.

Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)

Prinsip yang satu ini berarti informasi keuangan yang disajikan secara lengkap serta informatif, informasi keuangan yang dilampirkan merupakan ringkasan dari keseluruhan transaksi yang terjadi dalam satu periode.

Bagi karyawan yang ingin memahami lebih dalam mengenai prinsip pengungkapan penuh, bisa mengikuti kuliah online gratis untuk materi satu ini.

Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)

Pendapatan yang dimaksud merupakan tambahan kekayaan yang timbul karena adanya kegiatan usaha, seperti penjualan, penyewaan gedung atau barang, bagi hasil, dan lainnya.

Untuk pengukuran pendapatan sendiri adalah jumlah kas atau setara kas yang dihasilkan dari transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan.

Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern Principle)

Prinsip ini berarti sebuah bisnis atau usaha yang dilaksanakan akan berjalan secara terus menerus, tidak ada pemberhentian atau pembubaran usaha di tengah jalan (kecuali jika bisnis memiliki masalah yang menyebabkan pembubaran).

Dalam perkuliahan, baik jenis kuliah reguler maupun blended learning, mahasiswa akan belajar banyak tentang berbagai prinsip akuntansi.

Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip konsistensi menyatakan bahwa laporan keuangan yang dilakukan harus konsisten, artinya tidak berubah-ubah (dalam hal prosedur metode ataupun kebijakan yang diterapkan perusahaan).

Tujuannya, yakni untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan jika akan membandingkan laporan keuangan pada periode-periode sebelumnya.

Perusahaan boleh mengganti metode atau prosedur yang digunakan, tetapi harus tetap melampirkan penjelasan atas alasan pergantian yang dilakukan di dalam laporan keuangan.

 

Calon akuntan yang merupakan alumni jurusan Akuntansi tentu harus paham mengenai prinsip akuntansi yang sudah dijabarkan di atas. Bukan hanya sebagai pengetahuan dasar, tetapi juga sebagai bekal ketika menjalankan profesi akuntan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *